Dasar-dasar mikrotik & konfigurasi

Rahma juniar
0


daftar Pembahasan: 

1. Pengertian Mikrotik

2. Fungsi Mikrotik

3. Konsep Dasar Jaringan

4. IP Address

    – Subnet Mask

    – Gateway

    – DNS

5. DHCP

    – DHCP Server

    – DHCP Client

6. NAT & Firewall Dasar

7. Tutorial Konfigurasi Jaringan Menggunakan Mikrotik

8. kesimpulan 



1. Apa itu mikrotik?

MikroTik adalah perangkat jaringan yang berfungsi sebagai router untuk mengatur, mengontrol, dan mengamankan jaringan internet agar dapat digunakan oleh banyak pengguna secara efisien dan teratur.

2.fungsinya:

- mengatur lalulintas internet 

- membagi kecepatan internet 

- keamanan jaringan

- Hotspot & login Wifi 

- monitoring (pemantauan)


3.konsep dasar jaringan 

sebelum melakukan konfigurasi IP Address pada mikrotik, kita perlu memahami beberapa konsep dasar jaringan. konsep ini sangat penting agar proses pengaturan jaringan dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi kesalahan.

Beberapa konsep jaringan dasar yang perlu di pahami antara lain:

• interface/ ethernet 

• IP address

• subnet mask

• Gateway 

• DNS 


Interface Ethernet (ETH)

Ethernet (ETH) adalah port atau jalur jaringan pada perangkat MikroTik yang digunakan untuk menghubungkan router dengan perangkat lain seperti modem, PC, atau switch.

Biasanya, ether1 digunakan sebagai jalur internet dari ISP, sedangkan ether2 dan seterusnya digunakan untuk jaringan lokal (LAN).


4. IP address 

IP Address merupakan identitas suatu perangkat dalam jaringan. Tanpa IP Address, perangkat tidak dapat saling berkomunikasi. Pada Mikrotik, pengaturan IP Address dilakukan agar router dapat menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan internet.

Salah satu IP Address yang sering digunakan adalah IP kelas C, karena cocok untuk jaringan kecil seperti sekolah atau kantor.

contoh IP kelas c : 192.168.1.1

( jadi IP address itu kaya alamat unik yang di gunakan perangkat agar terhubung dalam jaringan. analoginya: kaya alamat rumah di suatu lingkungan RT.) 

Ciri-ciri IP kelas C:

- Angka awal 192 – 223

- Subnet mask default 255.255.255.0

- Maksimal 254 perangkat


kelas IP address 

IP Address dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas A, B, dan C. Pembagian kelas IP ini bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan jaringan berdasarkan jumlah perangkat yang digunakan.

  • kelas A : digunakan untuk jaringan yang sangat besar ( 10.0.0.1)

  • kelas B : digunakan untuk jaringan menengah ( 172.16.0.1)

  • kelas C : digunakan untuk jaringan kecil seperti sekolah atau kantor (192.168.1.1) 

Dalam konfigurasi Mikrotik pada jaringan sekolah, IP Address yang paling sering digunakan adalah kelas C, karena mudah diatur dan sesuai dengan jumlah perangkat.

contohnya: 192.168.1.1


subnet mask 

Subnet mask berfungsi untuk menentukan batas jaringan dan membedakan antara alamat jaringan dan alamat perangkat. Pada IP kelas C, subnet mask yang sering digunakan adalah 255.255.255.0.


Gateway 

Gateway merupakan penghubung antara jaringan lokal dengan jaringan lain, seperti internet. Gateway biasanya berupa alamat IP router yang digunakan sebagai jalur keluar masuk data.

DNS

DNS berfungsi untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses website melalui jaringan internet.


5. DHCP (Dynamic Host configuration protocol) 

DHCP adalah layanan pada jaringan yang berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Dengan adanya DHCP, administrator jaringan tidak perlu mengatur IP Address secara manual pada setiap perangkat.

DHCP sangat membantu dalam jaringan yang memiliki banyak client, karena proses pemberian alamat IP menjadi lebih cepat, efisien, dan mengurangi kesalahan konfigurasi.

Dalam MikroTik, DHCP dibagi menjadi dua jenis, yaitu DHCP Server dan DHCP Client.


DHCP Server 

DHCP Server berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis kepada perangkat client pada jaringan lokal (LAN), sehingga pengguna tidak perlu mengatur IP Address secara manual.


DHCP Client 

DHCP Client berfungsi untuk menerima IP Address secara otomatis dari jaringan lain, biasanya dari modem atau ISP, agar MikroTik dapat terhubung ke internet.


6. NAT & FIREWALL 


NAT ( Network Address Translation )

NAT adalah fitur pada MikroTik yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan lokal ke jaringan internet. Dengan NAT, perangkat dalam jaringan lokal dapat mengakses internet meskipun menggunakan IP Address lokal.


Pada konfigurasi dasar MikroTik, NAT biasanya menggunakan action masquerade dengan out-interface menuju jaringan internet.

# fungsi NAT:

• membagikan koneksi internet ke banyak client 

• menyembunyikan IP address lokal

• memungkinkan jaringan lokal mengakses internet 

Firewall 

Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang berfungsi untuk mengatur dan membatasi lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan. Firewall digunakan untuk melindungi jaringan dari akses yang tidak diinginkan.

 pada konfigurasi dasasar firewall di gunakan untuk:

• mengizinkan koneksi yang di perlukan 

• memblokir koneksi yang mencurigakan 

• mengamankan jaringan


Out-Interface dan action

Out-interface : adalah jalur keluar data menuju jaringan internet 

Action : adalah tindakan yang dilakukan firewall terhadap data yang lewat 

Pada NAT dasar MikroTik, action yang sering digunakan adalah masquerade, yaitu menyamarkan IP Address lokal agar dapat terhubung ke internet.

Allow Remote Requests

Allow Remote Requests digunakan agar MikroTik mengizinkan permintaan DNS dari perangkat client, sehingga client dapat menggunakan DNS yang diatur pada router.


7. Tutorial Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox

1. Hubungkan Perangkat

• Sambungkan kabel LAN dari Mikrotik ke PC/ Laptop 

• nyalakan router Mikrotik 

Kabel ini biasanya masuk ke ether2 (untuk jaringan lokal/LAN)


2. Login ke Winbox

• buka aplikasi winbox 

• Klik tab neighbors

• klik MAC. Address Mikrotik 


Login:

Username: admin

Password: (kosong)

Klik Connect


3. Mengatur Interface (Ethernet)

- ether1 → terhubung ke modem / internet

- ether2 → terhubung ke PC / client (LAN)

Ini penting supaya:

MikroTik tahu mana jalur internet

mana jalur client

4. Konfigurasi IP Address (LAN)

• Klik IP → address 

• Klik ( + )

Isi:

• Address: 192.168.1.1/24

• interface : ether 2

• Klik OK

IP ini jadi alamat router di jaringan lokal


5. Konfigurasi DHCP Client (Internet)

Digunakan agar MikroTik mendapat IP otomatis dari modem.

- Klik IP → DHCP Client

- Klik ( + )

Pilih:

 - Interface: ether1

Klik OK

Jika status bound, berarti internet sudah masuk ke MikroTik.


6. Konfigurasi DHCP Server (Client Otomatis)

Agar PC/client dapat IP otomatis.

- Klik IP → DHCP Server

- Klik DHCP Setup

- Pilih interface: ether2

Klik Next sampai selesai

Sekarang client tidak perlu set IP manual.


7. Mengatur DNS

Klik IP → DNS

- Centang Allow Remote Requests

 - Klik OK

8. Konfigurasi NAT (Internet Bisa Dipakai)

Klik IP → Firewall

Masuk tab NAT

Klik ( + )

Tab General:

- Chain: srcnat

- Out Interface: ether1

Tab Action:

- Action: masquerade

 - Klik OK

9. Uji Koneksi

Coba buka browser di PC buka google 

Jika bisa akses internet → BERHASIL 🎉


8. Kesimpulan

MikroTik merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk mengelola dan mengatur lalu lintas jaringan komputer. Dengan melakukan konfigurasi dasar seperti pengaturan IP Address, DHCP Client, DHCP Server, DNS, serta NAT dan Firewall, jaringan dapat terhubung ke internet dengan baik dan aman.

Konfigurasi yang dilakukan secara berurutan akan memudahkan administrator jaringan dalam memahami fungsi setiap pengaturan. Selain itu, penggunaan DHCP membantu mempercepat proses pemberian IP Address kepada client, sedangkan NAT memungkinkan seluruh perangkat dalam jaringan lokal mengakses internet secara bersamaan.

Dengan memahami konfigurasi dasar MikroTik, diharapkan pengguna dapat membangun dan mengelola jaringan sederhana secara mandiri serta menjadi dasar untuk mempelajari konfigurasi jaringan yang lebih lanjut. 

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default