daftar Pembahasan:
1. Pengertian Mikrotik
2. Fungsi Mikrotik
3. Konsep Dasar Jaringan
4. IP Address
– Subnet Mask
– Gateway
– DNS
5. DHCP
– DHCP Server
– DHCP Client
6. NAT & Firewall Dasar
7. Tutorial Konfigurasi Jaringan Menggunakan Mikrotik
8. kesimpulan
1. Apa itu mikrotik?
MikroTik adalah perangkat jaringan yang berfungsi sebagai router untuk mengatur, mengontrol, dan mengamankan jaringan internet agar dapat digunakan oleh banyak pengguna secara efisien dan teratur.
2.fungsinya:
- mengatur lalulintas internet
- membagi kecepatan internet
- keamanan jaringan
- Hotspot & login Wifi
- monitoring (pemantauan)
3.konsep dasar jaringan
sebelum melakukan konfigurasi IP Address pada mikrotik, kita perlu memahami beberapa konsep dasar jaringan. konsep ini sangat penting agar proses pengaturan jaringan dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi kesalahan.
Beberapa konsep jaringan dasar yang perlu di pahami antara lain:
• interface/ ethernet
• IP address
• subnet mask
• Gateway
• DNS
Interface Ethernet (ETH)
Ethernet (ETH) adalah port atau jalur jaringan pada perangkat MikroTik yang digunakan untuk menghubungkan router dengan perangkat lain seperti modem, PC, atau switch.
Biasanya, ether1 digunakan sebagai jalur internet dari ISP, sedangkan ether2 dan seterusnya digunakan untuk jaringan lokal (LAN).
4. IP address
IP Address merupakan identitas suatu perangkat dalam jaringan. Tanpa IP Address, perangkat tidak dapat saling berkomunikasi. Pada Mikrotik, pengaturan IP Address dilakukan agar router dapat menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan internet.
Salah satu IP Address yang sering digunakan adalah IP kelas C, karena cocok untuk jaringan kecil seperti sekolah atau kantor.
contoh IP kelas c : 192.168.1.1
Ciri-ciri IP kelas C:
- Angka awal 192 – 223
- Subnet mask default 255.255.255.0
- Maksimal 254 perangkat
kelas IP address
IP Address dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas A, B, dan C. Pembagian kelas IP ini bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan jaringan berdasarkan jumlah perangkat yang digunakan.
• kelas A : digunakan untuk jaringan yang sangat besar ( 10.0.0.1)
• kelas B : digunakan untuk jaringan menengah ( 172.16.0.1)
• kelas C : digunakan untuk jaringan kecil seperti sekolah atau kantor (192.168.1.1)
Dalam konfigurasi Mikrotik pada jaringan sekolah, IP Address yang paling sering digunakan adalah kelas C, karena mudah diatur dan sesuai dengan jumlah perangkat.
contohnya: 192.168.1.1
subnet mask
Gateway
Gateway merupakan penghubung antara jaringan lokal dengan jaringan lain, seperti internet. Gateway biasanya berupa alamat IP router yang digunakan sebagai jalur keluar masuk data.
DNS
5. DHCP (Dynamic Host configuration protocol)
DHCP adalah layanan pada jaringan yang berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Dengan adanya DHCP, administrator jaringan tidak perlu mengatur IP Address secara manual pada setiap perangkat.
DHCP sangat membantu dalam jaringan yang memiliki banyak client, karena proses pemberian alamat IP menjadi lebih cepat, efisien, dan mengurangi kesalahan konfigurasi.
Dalam MikroTik, DHCP dibagi menjadi dua jenis, yaitu DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP Server
DHCP Server berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis kepada perangkat client pada jaringan lokal (LAN), sehingga pengguna tidak perlu mengatur IP Address secara manual.
DHCP Client
DHCP Client berfungsi untuk menerima IP Address secara otomatis dari jaringan lain, biasanya dari modem atau ISP, agar MikroTik dapat terhubung ke internet.
6. NAT & FIREWALL
NAT ( Network Address Translation )
NAT adalah fitur pada MikroTik yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan lokal ke jaringan internet. Dengan NAT, perangkat dalam jaringan lokal dapat mengakses internet meskipun menggunakan IP Address lokal.
Pada konfigurasi dasar MikroTik, NAT biasanya menggunakan action masquerade dengan out-interface menuju jaringan internet.
# fungsi NAT:
• membagikan koneksi internet ke banyak client
• menyembunyikan IP address lokal
• memungkinkan jaringan lokal mengakses internet
Firewall
Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang berfungsi untuk mengatur dan membatasi lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan. Firewall digunakan untuk melindungi jaringan dari akses yang tidak diinginkan.
pada konfigurasi dasasar firewall di gunakan untuk:
• mengizinkan koneksi yang di perlukan
• memblokir koneksi yang mencurigakan
• mengamankan jaringan
Out-Interface dan action
• Out-interface : adalah jalur keluar data menuju jaringan internet
• Action : adalah tindakan yang dilakukan firewall terhadap data yang lewat
Pada NAT dasar MikroTik, action yang sering digunakan adalah masquerade, yaitu menyamarkan IP Address lokal agar dapat terhubung ke internet.
Allow Remote Requests
Allow Remote Requests digunakan agar MikroTik mengizinkan permintaan DNS dari perangkat client, sehingga client dapat menggunakan DNS yang diatur pada router.
7. Tutorial Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox
1. Hubungkan Perangkat
• Sambungkan kabel LAN dari Mikrotik ke PC/ Laptop
• nyalakan router Mikrotik
Kabel ini biasanya masuk ke ether2 (untuk jaringan lokal/LAN)
2. Login ke Winbox
• buka aplikasi winbox
• Klik tab neighbors
• klik MAC. Address Mikrotik
Login:
Username: admin
Password: (kosong)
Klik Connect
3. Mengatur Interface (Ethernet)
- ether1 → terhubung ke modem / internet
- ether2 → terhubung ke PC / client (LAN)
Ini penting supaya:
MikroTik tahu mana jalur internet
mana jalur client
4. Konfigurasi IP Address (LAN)
• Klik IP → address
• Klik ( + )
Isi:
• Address: 192.168.1.1/24
• interface : ether 2
• Klik OK
IP ini jadi alamat router di jaringan lokal
5. Konfigurasi DHCP Client (Internet)
Digunakan agar MikroTik mendapat IP otomatis dari modem.
- Klik IP → DHCP Client
- Klik ( + )
Pilih:
- Interface: ether1
Klik OK
Jika status bound, berarti internet sudah masuk ke MikroTik.
6. Konfigurasi DHCP Server (Client Otomatis)
Agar PC/client dapat IP otomatis.
- Klik IP → DHCP Server
- Klik DHCP Setup
- Pilih interface: ether2
Klik Next sampai selesai
Sekarang client tidak perlu set IP manual.
7. Mengatur DNS
Klik IP → DNS
- Centang Allow Remote Requests
- Klik OK
8. Konfigurasi NAT (Internet Bisa Dipakai)
Klik IP → Firewall
Masuk tab NAT
Klik ( + )
Tab General:
- Chain: srcnat
- Out Interface: ether1
Tab Action:
- Action: masquerade
- Klik OK
9. Uji Koneksi
Coba buka browser di PC buka google
Jika bisa akses internet → BERHASIL 🎉
8. Kesimpulan
MikroTik merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk mengelola dan mengatur lalu lintas jaringan komputer. Dengan melakukan konfigurasi dasar seperti pengaturan IP Address, DHCP Client, DHCP Server, DNS, serta NAT dan Firewall, jaringan dapat terhubung ke internet dengan baik dan aman.
Konfigurasi yang dilakukan secara berurutan akan memudahkan administrator jaringan dalam memahami fungsi setiap pengaturan. Selain itu, penggunaan DHCP membantu mempercepat proses pemberian IP Address kepada client, sedangkan NAT memungkinkan seluruh perangkat dalam jaringan lokal mengakses internet secara bersamaan.
Dengan memahami konfigurasi dasar MikroTik, diharapkan pengguna dapat membangun dan mengelola jaringan sederhana secara mandiri serta menjadi dasar untuk mempelajari konfigurasi jaringan yang lebih lanjut.
